Published On: Sat, Mar 9th, 2019

Bareskrim Tetapkan Bos PT. PIP Tersangka

Share This
Tags

Kepala proyek yang juga Manager PT. Prima Indo Persada, Jo Paulus Henry Yohan, ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Dia menjadi tersangka kasus pertambangan emas secara ilegal di Gunung Botak Kabupaten Buru.

Bos PT. Prima Indo Persada itu, ditetapkan sebagai tersangka karena Bareskrim Mabes Polri sudah punya bukti cukup untuk menjeratnya. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat kepada Wartawan, Kamis malam, (07/03/2019) menerangkan, untuk kasus ini, Mabes Polri memeriksa sebanyak 13 saksi.

Mereka mayoritas, adalah karyawan dari perusahaan yang beralamat di jalur H Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata Namlea, Kabupaten Buru. Disamping itu, pemeriksaan terhadap dua saksi tambahan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buru, dan enam saksi dari pihak Pemerintah Daerah Provinsi Maluku.

“Bareskrim juga meminta keterangan saksi Ahli dari PusLapfor, saksi Ahli dari Lingkungan Hidup, Dr. Email Budianto, Saksi Ahli dibidang korporasi, Prof. Dr. Erna Widjajati, dan  Ahli bidang Hukum Pidana, Dr. Somawijaya,”terang Kabid.

Dugaan pelanggaran yang dilakukan PT. PIP berdasarkan laporan, adalah tindak pidana lingkungan hidup dengan cara melakukan pengelolaan lingkungan hidup secara tidak benar, melakukan open dumping limbah Sludge/Tailing limbah dan hasil penambangan emas tanpa izin.

Dengan itu,  sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102, Pasal 103, Pasal 104 Jo Pasal 116 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

PIP juga diduga melakukan pelanggaran, yakni melakukan dumping limbah B3 berupa slucge limbah hasil olahan ke media lingkungan hidup secara open dumping tanpa izin. Sementara mereka, tidak memiliki Izin Dumping.Selain itu, PT. PIP tidak melaksanakan pengelolaan limbah B3 dengan benar.

“Dan juga tidak memiliki TPS Limbah B3 Sludge/Tailling Scanned by CamScanner, tidak menjalankan kerjasama dengan pihak ke-3 untuk kelola limbah B3. Sehingga Diduga PT. PIP melanggar Pasal 102, Pasal 103, Pasal 104 Jo Pasal 116 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” tandas Kabid.

Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri juga menetapkan Direktur Utama PT. BPS  sebagai tersangka untuk kasus pertambangan. Terdapat tiga perusahaan yang diduga melakukan tindak pidana lingkungan hidup, yakni PT. BPS, PT. PIP, dan PT. SSS. (spektrumberita)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>