Published On: Sat, Nov 10th, 2018

Diduga terlibat sejumlah kasus korupsi – Jaksa Yakin Periksa Fatlolon

Share This
Tags

Penyelidikan sejumlah kasus dugaan korupsi tahun 2017 di Kabupaten Maluku Tenggara Barat terus bergulir. Kejati Maluku memastikan akan memeriksa Bupati setempat, Petrus Fatlolon.

Sekitar sembilan anak buah Fatlolon sudah dipe­rik­sa oleh jaksa terkait dugaan korupsi yang diduga meli­batkannya itu.

“Intinya, semua pihak yang diduga memiliki keter­kaitan dalam kasus ini pasti akan dimintai keterangannya oleh penyelidik,” kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette saat dikonfirmasi Siwalima di Ambon, Jumat (9/11).

Ia mengatakan, sejauh ini sudah sembilan orang yang dimintai keterangan, baik pegawai Kantor Bupati MTB maupun staf perusahaan daerah.

Soal Bupati MTB atau sia­pa lagi yang akan diperiksa, kata Sapulette, merupakan kewe­nangan tim penyelidik.

“Soal siapa-siapa yang nantinya, akan dimintai keterangan itu kewe­nangan penyelidik. Intinya, semua pihak terkait akan dimintai kete­rangan ditahap penyelidikan kasus ini,” ujarnya.

Sejumlah kasus dugaan korupsi di Kabupaten MTB tahun 2017 yang dibidik Kejati Maluku, diantaranya dugaan penyelewengan 40 ton be­ras rastra, pembengkakan anggaran operasional bupati  dari Rp3 miliar menjadi Rp10 miliar, dugaan pe­nyelewengan anggaran taktis, du­gaan korupsi surat perintah perja­lanan dinas (SPPD) dan dana rawan pangan tahun anggaran 2017.

Penyidik juga telah me­manggil anggota DPRD Kabupaten MTB, Simson Lob­lobi untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Ia dan sejumlah anggota DPRD MTB yang melaporkan kasus-kasus dugaan korupsi itu.

Awalnya dilaporkan ke Kejagung, yang tembusannya ke KPK dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Setelah ditelaah, Kejagung mendisposisikan ke Kejati Maluku untuk diselidiki.

Penasehat hukum Bupati MTB, Ronny Sianressy yang dihubungi Minggu (21/10) malam, memper­silakan Kejati Maluku mengusut dugaan korupsi yang dilaporkan anggota DPRD MTB tersebut.

Ronny mengatakan, jika kasus-kasus tersebut terbukti, maka ada banyak pihak yang terlibat. “Silakan laporan itu hak, mereka tetapi kalau memang terbukti makan ini tergo­long korupsi berjamaah, karena DP­RD juga ikut terlibat,” tandas Ronny kepada Siwalima, melalui telepon selulernya.

Bupati Persilakan

Bupati MTB, Petrus Fatlolon tak gentar. Ia mempersilakan Kejati Maluku mengusut sejumlah kasus dugaan korupsi yang dilaporkan lima anggota DPRD kabupaten setempat.

“Prinsipnya, saya menghargai upaya hukum yang telah dilaporkan oleh lima oknum anggota DPRD MTB, tentang sejumlah dugaan ko­rupsi di Kabupaten MTB,” kata Fat­lolon kepada wartawan saat meng­gelar konferensi pers di lantai II Ho­tel Manise Ambon, Kamis (25/10).

Fatlolon membantah dirinya terlibat dalam sejumlah kasus du­gaan korupsi yang tengah diusut korps adhyaksa itu. Namun sebagai warga negara yang baik, ia mendu­kung penuh penanganan kasus tersebut.

“Saya tidak pernah terlibat dalam kasus dugaan korupsi yang dilapor­kan oleh lima anggota DPRD MTB itu, tetapi selaku warga negara yang baik kami menghargai proses hukum atas kasus yang kini diusut itu,” ujarnya.

Menurut Fatlolon, sejumlah kasus dugaan korupsi yang dilaporkan oleh lima anggota DPRD MTB terjadi jauh sebelum dirinya dilantik menjadi Bupati MTB.

“Kita ikuti saja, proses perkem­bangan penanganan kasus-kasus yang kini tengah diusut Kejati Maluku itu. Saya ingin tegaskan bahwa kasus-kasus yang dilaporkan itu, jauh sebelum saya dilantik jadi bupati,” jelas Fatlolon.

Fatlolon berharap, agar masya­rakat tidak terprovokasi dengan isu yang dimainkan oleh oknum-oknum tertentu. “Kami minta kepada warga MTB agar tidak terpancing, semua prosesnya kita serahkan ke Kejati Maluku. Laporan ini juga merupakan momen agar Pemkab MTB lebih mawas diri,” ujarnya.  (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>