Published On: Sat, Mar 9th, 2019

DPD PKS SBT Paksa Rumbara Undurkan Diri

Share This
Tags

Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam hal ini Beder Azis Alkatiri, memaksa Amin Rumbara untuk memundurkan diri.Beder Azis Alkatiri terjerat kasus korupsi, kemudian divonis penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Ambon.

Konsekuensinya, Beder Alkatiri pun harus di-PAW-kan oleh DPD PKS Kabupaten SBT dari jabatannya selaku wakil rakyat di DPRD Kabupaten SBT. DPD PKS SBT sendiri beberapa bulan lalu telah menyurati Pimpinan DPRD SBT untuk memproses PAW Beder Alkatiri.

Hanya saja kejanggalan terjadi dalam proses pengusulan PAW Beder Alkatiri di DPRD kabupaten SBT. Surat DPD PKS SBT ternyata tidak mengusulkan Amin Rumbara yang notabenenya pemilik suara terbannyak kedua yakni 709 suara pada Pileg 2014. Lucunya, DPD PKS SBT justeru mengusulkan Salim Alhamid untuk menggantikan Beder Alkatiri.Padahal, Salim Alhamid saat pileg 2014 lalu, hanya berada di urutan keempat dengan jumlah suara sekitar 400.

Alasan DPD PKS SBT, Amin Rumabara telah mengundurkan diri dari PKS dengan menandatangani surat pengunduran diri di atas materi 6 ribu. Sementara pemenang ketiga Yanto Kelian telah mengundurkan diri dari PKS, dan hijrah ke PKB dua tahun lalu, kini terdaftar sebagai Caleg dari PKB untuk Pemilu 2019.

Sementara Amin Rumbara masih aktif sebagai kader PKS, akhrinya didepak oleh Ketua DPD PKS Kabupaten SBT, Fachry Husni Alaktiri.Dugaan tidak diusulkannya Amin Rumbara oleh DPD PKS SBT, karena bersangkutan sering menentang kebijakan partai saat Pilkada SBT tahun 2015 lalu.

Menyangkut polemik PAW Beder Alkatiri, Ketua DPD PKS SBT, Fahcri Husni Alkatiri yang juga Wakil Bupati SBT saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Rabu, (5/3/2019) mengatakan, Amin Rumbara pemenang kedua pada Pileg 2014 lalu, telah resmi mengundurkan diri.

Fachri berdalih, surat pengunduran diri Amin Rumbara sudah ditanda tangani oleh di atas meterai 6 ribu dalam keadaan sadar, ikhlas tanpa adanya paksaan maupun dorongan dari pihak manapun.

”Pak Amin sudah mengundurkan diri. Tanda tangan di atas materai, dan itu sudah kami lampirkan. Jadi, persoalan dengan pak Amin kita sudah bicarakan secara internal dan kekeluargaan. Karena itu beliau menandatangani juga dengan keadaan sadar dan tidak dalam keadaan terpaksa,” kata Fachri husni Alkatiri.

Pernyataan Ketua DPD PKS SBT itu justeru bertolak belakang dengan keterangan Amin Rumbara kepada wartawan di Bula, Rabu (6/03/2019). Amin menegaskan dirinya berhak mem-PAW-kan Beder Azis Alkatiri. Menurut dia, ikhwal pengunduran dirinya dari PKS dilakukannya secara terpaksa karena terlibat perdebatan panjang dengan Ketua DPD PKS Fachry Alkatiri.

Amin Rumbara mengutarakan alasan dirinya secara terpaksa mengundurkan diri dari PKS, karena pertemuan pertama tepatnya Senin, 25 Februri 2019 di ruang kerja Wakil Bupati SBT, ia tetap bersikukuh tidak mau menandatangani surat pengunduran diri tersebut. Dalilnya, secara hukum, dirinya berhak menduduki kursi PAW dimaksud.

Namun, kata dia, pertemuannya bersama Ketua DPD PKS SBT berlangsung sia-sia, karena hingga akhir pertemuan tidak ada solusi yang dihasilkan.”Saat itu mereka punya alasan dan saya juga punya alasan, sehingga tidak ada titik temu,” ungkap Rumbara.

Seterunsy, lanjut Amin, pada Selasa malam, 26 Februari 2019, dia kembali dipanggil Ketua DPD PKS, Fachry Husni Alkatiri di Pandopo Wakil Bupati SBT. Pada pertemuan kedua itu, kata dia, pengurus DPD PKS SBT telah menyiapkan surat pengunduran diri beserta meterai 6 ribu.

Namun dirinya masih tetap sama pada pendirian tidak mau menandatangani surat tersebut, hingga dirinya diluluhkan Ketua DPD PKS SBT. Bahkan Amin mengaku, diancam jika PKS lebih rela tidak memiliki kursi di DPRD atau kehilangan satu kursi ketimbang mengusulkan Amin Rumbara untuk menggantikan Beder Alkatiri di DPRD SBT.

Mendengar ancaman dalam pertemuan itu, Amin Rumbara mengaku sedih bercampur kecewa sontak meminta disodorkan surat pengunduran diri guna ditandatangani, tanpa membaca lagi isi surat tersebut, meski sebelumnya Fachry Alkatiri memintanya untuk membaca surat terlebih dulu.

”Mungkin ini jalan Tuhan untuk saya hidup bersama PKS sampai hari ini. Saya diminta untuk menandatangani surat pengunduran diri. Secara pribadi, iya saya kecewa. Namun, mereka (PKS) mengatakan kepada saya bahwa mereka rela tidak memiliki kursi di akhir masa jabatan, dari pada seorang Amin Rumbara yang menduduki PAW. Karena mendengar ocehan mereka, terpaksa saya menandatangani surat itu, biar menjadi satu kepuasan buat mereka (PKS SBT-red),” tandasnya dengan raut wajah sedih. (spektrumberita)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>