Published On: Sat, Mar 9th, 2019

Dua Gubernur Dilangkahi Romelus Far Far

Share This
Tags

Paket proyek itu senilai Rp.5 milyar. Tender sudah dilakukan, padahal Gubernur Maluku terpilih Murad Ismail belum juga dilantik. Tindakan Romelus ini dinilai melangkahi Murad yang baru akan dilantik pada 11 Maret mendatang.

Lelang proyek ini dilakukan secara diam-diam, dibantu Udin Masuku. Udin pejabat di pemprov mantan napi korupsi, yang sudah masuk list aparatur sipil negara akan dipecat. Padahal, Gubernur Said Assagaff sudah menginstruksikan untuk tidak dilakukan pelelangan sebelum gubernur terpilih dilantik.

Sumber terpercaya Spektrum mengungkap, lelang dilakukan untuk paket proyek yang dibiayai APBN senilai Rp.5 miliar. Lokasi proyek ini di Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.

Paket proyek itu bernama Break Water ditangani Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ), Dinas Kelauatan dan Perikanan Provinsi Maluku. Proyek ini sudah dilelang atau ditenderkan oleh pihak DKP Maluku kepada pihak ketiga.

Gubernur Maluku Said Assagaff telah melarang agar semua proyek atau proses tender wajib dilaksanakan sesudah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yang baru, (periode 2019-2024). Romelus Far-Far, mengabaikan perintah Said Assagaff.

Dia memilih “mencuri start” dengan melakukan tender secara diam-diam. Tujuannya memenangkan salah satu kontraktor/rekanan tertentu. Kontraktor ini dekat dengan pejabat Pemda Maluku. Persyaratan lelang pun terkesan dibuat asal-asalan.

Tender dilakukan pada 28 Februari 2019. Direncanakan hasil lelang akan diumumkan pada 13 Maret 2019. Sementara, pergantian Gubernur-Wagub operiode 2019-2024 sedang berproses.

Jamaludin Masuku hingga kini belum memberikan pernyataan keterlibatannya di proyek ini. Spektrum pada Rabu, (06/03/2019) menyambangi Kepala DKP Maluku, Romelus Far-Far di kantornya. Namun oleh pegawai DKP Maluku mengaku, pimpinannya sementara menerima tamu.

Setelah menyampaikan tujuan konfirmasi, pegawai tersebut berkoordinasi dengan Romelus Far-Far. Namun bersamaan Kadis Kelautan dan Perikanan Maluku itu keluar. Konfirmasi tak dapat dilakukan.

Spektrum mencoba mengkonfirmasi Romelus Far far melalui nomor kontak Whatsapp, namun pesan yang dikirim belum dibaca, dan hingga berita ini dimuat, dia belum membalas konfirmasi koran ini.

Sebelumnya, Spektrum juga mencoba menelpon meminta konfirmasi tentang informasi tender proyek miliaran rupiah tersebut. Namun Romelus Far-Far mengatakan, masih dengan tamu, sehingga tidak bisa diteruskan. “Saya ada dengan tamu,” singkat Far-Far sembari meminta untuk tidak memaksa kehendak untuk diwawancarai.

Dari informasi yang diperoleh menjelaskan, harusnya semua proses tender proyek menunggu sampai ada kepala Daerah yang baru, sehingga penanggung jawab terhadap proyek pembangunan di daerah ini adalah kepada daerah. Pemerhati Sosial Masyarakat, Herman Siamiloy menilai langkah DKP Maluku sudah melangkahi kewenangan Gubernur lama maupun yang nanti dilantik.

“Saya menduga, pasti proses tender yang telah dilakukan ini atas perintah pimpinannya. Karena itu diharapkan kepada Gubernur Maluku dan Wakil Gubernur Maluku yang baru nanti, dapat mengevaluasi Kapala DKP Maluku, Romelus Far-Far, khususnya pada kasus lelang proyek Break Water di Dobo menelan Rp.5 miliar itu,” tegasnya, kepada Spektrum kamarin. (SPEKTRUMBERITA)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>