Published On: Sat, Mar 3rd, 2018

Kubu Yasin Payapo Jangan Panik

Share This
Tags

Kubu DPD Hanura Maluku, Ayu Hasanussi tanggapi santai, Ketua DPD Hanura versi Oso, Yasin Payapo, yang bersih keras mengambil aset partai tersebut dari tangan mereka, dengan meminta bantuan pihak kepolisian.

Langkah yang diambil kubu Yasin Payapo dianggap tak paham aturan main, dan tidak taat hukum. “Jangan panik. Mereka tahu hukum apa tidak? Kalau tahu taat dong.  Kan siapa yang berhak nanti masih menunggu keputusan hukum dari PTUN,” tegas Ayu Hasanussi santai menanggapi gerakan kubu Yasin Payapo, kepada wartawan, Jumat, kemarin.

Menurut Ayu, siapa yang sah atau tidak menahkodai partai besutan Wiranto  masih menunggu proses hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). “Sebagai orang atau warga negara yang taat hukum, harus tahu aturan main negara ini seperti itu. Jangan seperti warga negara yang tidak taat hukum,” sindir Ayu.

Dikatakan, bila nantinya PTUN memutuskan bahwa yang berhak itu adalah kubu seberang, silahkan mengambil alih semua aset partai. Begitupun, lanjut Ayu, bila nanti kubunya dinyatakan menang oleh PTUN, pihak seberang juga jangan lagi buat gerakan tambahan.

“Kalau PTUN putus kubu seberang menang, ya kita tunduk. Bergitu juga sebalik kami pun demikian. Untuk itu saya minta jangan buat gerakan tambahan. Semua harus tenang menunggu sengkat gugutan yang semantara berproses di PTUN,” tendasnya.

Dia mengaku,  pelaporan atas dirinya yang dilakukan kubu Yasin Payapo dan melibatkan media untuk mempublikasikan itu,  dinilai Ayu sebagai tindakan provokasi, memanaskan suasana.

“Kalau mau melaporkan saya,  mengapa mereka harus panggil wartawan meliputnya. Ini maksudnya apa dan mengapa? Apakah ini ingin memprovokasi. Saya taat hukum dan tahu aturan main,” timpal Ayu kesal.

Dia mengungkapkan,  setelah proses di PTUN selesai,  dan dinyatakan siapa yang menang,  baru akan bisa ada hak tetap atas aset partai.  “Kalau keputusan di PTUN sudah keluar dan kami dinyatakan kalah, maka dengan senang hati kami kembalikan semua aset partai.  Tapi kan belum ada keputusan.  Mereka juga yang membuat proses ini lama,  sebab mereka selalu menunda panggilan dari PTUN, “ tegas Ayu.

Ayu mengaku tidak gentar dengan semua gerakan kubu Yasin Payapo, termasuk melibatkan kepolisian. Sebab, apa yang dilakukan dirinya tak lain adalah taat hukum.

“ Silahkan saja,  mereka pakai polisi.  Saya tidak takut dan saya tidak gentar dengan semua yang mereka lakukan.  Sebab,  ini negara hukum,  harus ikut aturan hukum, “ uajar Ayu menutup. (kabar timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>