Published On: Mon, Feb 19th, 2018

Paslon Deklarasi Anti Hoax, Politik Uang & SARA

Share This
Tags

Tiga paslon Gubernur-Wakil Gubernur dengan tagline SANTUN, BAILEO dan HEBAT mendeklarasikan tekad untuk ikut kontestasi Pilkada Maluku, tanpa Hoax, politik uang dan politisasi SARA.

Selain tidak mempolitisir pemilih dengan berbagai kampenye hitam, diharapkan masing-masing paslon dan timnya meningkatkan partisipasi pemilih di Pilgub. Sehingga Maluku sebagai pemilik Index Demokrasi tertinggi di Indonesia bukan pepesan kosong.

Hal ini mengemuka saat Deklarasi Pilkada Damai yang ditandai oleh pelepasan burung merpati oleh masing-masing paslon dan penyelenggara Pemilu di Gong Perdamaian, Minggu (18/2).

Pihak KPU menyatakan, merpati merupakan lambang perdamaian, juga simbol penyebaran informasi. Yaitu informasi menyangkut berbagai hal seputaran Pilgub Maluku.

Yang mana ketiga paslon dan timnya diharapkan memberikan pencerahan. Salah satunya agar masyarakat aktif menggunakan hak-hak politiknya. Yang ujung-ujungnya mengantarkan mereka ke bilik-bilik pemungutan suara di TPS. Guna melakukan pencoblosan suara sesuai pilihan.

“Terbang-terbanglah tinggi, bawa kabar ke seluruh pulau-pulau di Maluku, agar partisipasi publik (untuk mencoblos) lebih banyak,” kata Ketua Penyelenggara Deklarasi Pilkada Damai Neny Pinontoan dari KPU Provinsi Maluku.

Partisipasi publik memang diharapkan meningkat di Pilgub Maluku yang akan  dihelat 27 Juni 2018. Ketua KPU Maluku Rifan Kubangun menyatakan Maluku saat ini memiliki indeks demokrasi tertinggi di Indonesia. Melampaui DKI Jakarta yang kemarin turun sebanyak 14 persen lebih.

Dalam orasi Pilkada kemarin, Rifan menyatakan Pilkada yang lebih berkualitas di Maluku harus jadi mindset berpikir. Bahwa Pilkada Maluku adalah pesta rakyat yang mengusung semangat persaudaraan.

Yang mana tingkat partisipasi pemilih yang tinggi, dengan pemilih yang memahami hak-hak politik pribadi maupun setiap orang. “Kita berharap Pilkada Maluku adalah pilkada yang menyenangkan. Bukan Pilkada yang mengkuatirkan,” katanya di ujung orasi.

Sementara itu Plt Gubernur Maluku Zeth Sahuburua menyatakan Pemda Provinsi Maluku akan bersikap netral. Hal yang sama juga diingatkan ke setiap Pemda Kabupaten/Kota dan jajarannya, untuk tidak terlibat politik praktis.

Demikian pula media massa cetak maupun elektronik, berusaha menjaga suasana putaran kampanye Pilgub Maluku, berlangsung kondusif.

Kepada masing-masing paslon, Zeth Sahuburua meminta visi misi yang diusung agar berkiblat pada visi misi pendiri bangsa seperti termaktub di Pembukaan UUD 1945. Dan dijabarkan dalam konteks ke-Malukuan, untuk menjadi visi misi setiap Paslon.

“Yakni, lindungilah segenap bangsaku dari Aceh hingga Papua. Kedua sejahterakanlah bangsaku, ketiga cerdaskanlah bangsaku, dan keempat ikut aktif melaksanakan perdamaian dunia,” paparnya.

Sementara Ketua Bawaslu Maluku Abdullah Ely berharap Pilgub Maluku berlangsung tanpa sengketa. Kalaupun ada potensi sengketa, diharapkan mampu diselesaikan di masing-masing tingkat penyelenggara KPU, sehingga tidak berakhir di Mahkamah Konstitusi.

 

DEKLARASI DIKAWAL KETAT POLISI

 

Deklarasi tiga paslon Gubernur-Wakil Gubernur, kemarin di Gong Perdamaian berlangsung kondusif. Meski demikian, ratusan aparat kepolisian menggelar penjagaan yang cukup ketat dengan menggunakan pola Ring 1, 2 dan 3.

Polda Maluku mengerahkan 150 personil, dibek-ap 45 personil Polres Ambon serta 60 aparat TNI. “Dan ada personil cadangan yang kita standby-kan 1 peleton dari Polres,” ungkap Kabag Ops Polres Ambon, Kompol Aris Tiku kepada Kabar Timur di sela-sela deklarasi.

Diakui, pengawalan dilakukan cukup ketat untuk menghindari potensi gesekan antar pendukung. Menurut Kompol Aris, Polisi bukannya berprasangka yang tidak-tidak. Tapi namanya pertemuan massa pendukung biasanya muncul gesekan. “Dikuatirkan ada yang sampaikan yel-yel lalu, yang lain tersinggung. Potensi gesekannya di situ,” aku Aris Tiku.(Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>