Published On: Mon, Feb 5th, 2018

Pendukung HEBAT “Menghilang” PPS Buat Verifikasi Bodong

Share This
Tags

Sulitnya calon pendukung ditemukan tim penghubung, jadi peluang oknum PPS yang notabene petugas KPU di desa, memberi ruang bagi HEBAT mendulang suara.

Hari ini verifikasi faktual di tingkat desa untuk bakal pasangan calon (bapaslon) perseorangan dengan akronim HEBAT dituntaskan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun di Kota Ambon, verifikasi dilaporkan terkendala oleh mobilisisasi calon pendukung.

Warga yang hendak diverifikasi oleh Petugas Pemungutan Suara (PPS) sulit ditemukan sekalipun telah dijanjikan berkumpul di satu tempat oleh tim penghubung HEBAT. Sedang di Kabupaten/Kota, mobilisasi massa seperti itu seharusnya lebih mudah ketimbang Kota Ambon, karena kesibukan dan aktivitas warga calon pendukung relatif kurang.

Tapi ternyata, pendukung yang direncanakan kumpul di tempat itu tidak datang. Alhasil PPS jemput bola, mendatangi mereka secara door to door, seperti verifikasi faktual putaran pertama.

Situasi ini menggambarkan, masih sulitnya verifikasi faktual, untuk memastikan dukungan riil bagi pasangan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath itu.

Salah satu PPS di Kecamatan Sirimau Kota Ambon mengungkapkan, kendala verifikasi pasangan HEBAT masih seperti sebelumnya. Sekalipun ada tempat yang ditentukan, calon pendukung tidak semua datang.

Karena tidak datang, verifikasi ditunda besoknya. Tapi realisasi tim HEBAT untuk memobilisasi pendukung tetap minim besoknya.

“Tim penghubung HEBAT bilang nanti ada 50 pendukung di Desa itu. Tapi yang datang cuma 10 (orang). Tunda lagi besoknya, tapi yang datang cuma 3. Katong tunggu, sampai tanggal 5 Februari besok (hari ini). Kalau seng datang berarti TMS, coret,” kata PPS yang tak ingin namanya dikorankan kepada Kabar Timur, Minggu (4/1).

Mekanisme ‘kumpul di satu tempat’ untuk verifikasi faktual jadi kesepakatan KPU Maluku dan tim HEBAT. Setelah verifikasi putaran pertama door to door atau, dari rumah ke rumah calon pendukung, tim HEBAT mengaku kehilangan banyak suara pendukung.

Mekanisme lalu dirubah. Caranya, calon pendukung dikumpulkan di satu tempat yang sudah ditentukan, misalnya kantor desa atau di rumah salah satu warga.

Mudahnya mekanisme untuk menjangkau para calon pendukung ini diakui tim HEBAT. Kuasa Hukum HEBAT Vendy Toumahu menyatakan, kinerja tim kali ini akan lebih baik. Kesulitan verifikasi faktual sebelum umumnya karena calon pendukung tidak ditemukan di rumah mereka.

Selain itu di putaran pertama, saat tim penghubung masuk ke salah satu desa untuk mobilasasi, surat tugas tidak dikantongi. Ini dipertanyakan oleh perangkat desa setempat dan hal itu menghambat mobilisasi pendukung.

“Katong pastikan kali ini akan lebih baik. surat tugas ke tim-tim penghubung sudah dikirim,” kata Vendy.  Dia mengakui, verifikasi lebih mudah, sebab tim penghubung yang mengantongi surat tugas lebih mudah mengarahkan warga berkumpul di tempat yang disepakati.

Tapi harapan tim HEBAT banyak melesetnya. Di Kota Tual, KPU setempat mengaku, harus bergerak dari rumah ke rumah. Untuk menemukan calon pendukung yang nama dan KTP serta pernyataan dukungannya ada di dokumen B1.KWK yang dibawa oleh PPS di desa-desa.

“Kalau pakai sistem kumpul di satu tempat itu, susah. Door to door dari rumah ke rumah lebih mudah,” kata Ibrahim Faqih, Ketua KPU Kota Tual.

Hal senada diakui KPU Kabupaten Maluku Tenggara. Meski kesulitan transportasi, karena faktor cuaca, itu sudah teratasi. Tapi, mekanisme door to door akhirnya ditempuh. Dengan alasan, lebih cepat untuk verifikasi faktual.

“Falbe, kami baru pulang dari Kebesel ini. Sebagian besar kecamatan sudah. Sisa yang di pulau-pulau, karena cuaca buruk, tapi sudah teratasi,” Ketua KPU Maluku Tenggara Engelbertus Dumatubun melalu pesan singkatnya.

 

PPS DIDUGA MANIPULASI

 

Sulitnya calon pendukung ditemukan oleh tim penghubung, ini peluang oknum PPS yang notabene petugas KPU di desa, memberi ruang bagi pabaslon HEBAT mendulang suara.

Di Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, PPS disinyalir mencontreng status “MS” atau Memenuhi Syarat untuk 50 warga yang tidak berhasil diverifikasi secara langsung di tempat yang sudah ditentukan. “Buktinya beta ini, katong semua ada 50 orang di Air Salobar. Katong seng jadi datang, tapi PPS seng verifikasi, PPS langsung contreng MS di laporan,” terang warga Air Salobar yang tak ingin namanya dikorankan.

Sementara di salah satu desa di Kecamatan Leihitu, laporan sementara mengungkapkan, sekitar 1000 warga diberi status MS, sementara verifikasi faktual tidak pernah dilakukan. Verifikasi fiktif ditengarai menjadi modus ampuh bagi tim HEBAT untuk meloloskan jagoan mereka ke Pilgub Maluku. (Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>