Published On: Wed, Feb 7th, 2018

Pleno Verfak HEBAT, Dukungan Turun?

Share This
Tags

Sejak kemarin hingga hari ini pleno rekapitulasi tingkat PPK atau Kecamatan dukungan berdasarkan verifikasi faktual pasangan perseorangan dengan akronim HEBAT digelar. KPU Maluku mengaku belum bisa merilis resmi perolehan dukungan tersebut, namun dari informasi, dukungan cenderung turun dari jumlah semula.

Komisioner Divisi Teknis KPU Maluku La Alwie dimintai konfirmasi mengaku, belum mendapatkan laporan soal hasil sementara rekap tersebut. Termasuk dari KPU Kabupaten Buru Selatan dan Kabupaten Kepulauan Aru, yang sudah disampaikan pleno sedang berlangsung hingga tadi malam.

“Hanya ada laporan dari Aru dan Buru Selatan, bahwa pleno sudah jalan. Mungkin juga hal yang sama untuk kabupaten-kabupaten lain, tapi belum dilaporkan,” ungkap La Alwie dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (06/1) malam.

Tapi informasi yang berhasil dihimpun Kabar Timur dari Kabupaten Buru Selatan, pasangan HEBAT mengantongi 130 dukungan sah atau memenuhi syarat, dari verifikasi faktual dari 31 Januari hingga 5 Februari.

Jumlah tersebut dari 187 orang di Ibukota Kabupaten Buru Selatan itu yang memberi dukungan. “Dari 187 orang yang memberikan dukungan kepada pasangan HEBAT, hanya 130 yang Memenuhi syarat dan sisanya tidak memenuhi syarat,” kata Ketua PPK Namrole, Anthon Bugis kepada wartawan usai pleno verfak berlangsung di Sekertariat PPK tersebut, kemarin.

Hasil pleno yang dihimpun diantaranya, Desa Walli, jumlah masyarakat yang memberi dukungan 46 orang, memenuhi syarat 42 orang sedangkan tidak memenuhi syarat 4 orang.

Desa Wainalut,  jumlah 4 dukungan, yang penuhi syarat 3 orang sedangkan 1 orang  tidak memenuhi syarat.  Desa Oki Lama, 19 dukungan, yang memenuhi syarat 9 orang,  tidak memenuhi syarat 10 orang. Desa Waenono uraian 1 dukungan, namun tidak memenuhi syarat. Desa Wamkana 4 dukungan, setelah diverfak memenuhi syarat.

Desa Kamlanglale 3 dukungan, akan tetapi tidak memenuhi syarat. Desa Lektama terdapat dua dukungan kepada pasangan HEBAT, namun sayangnya tidak memenuhi syarat.

Desa Labuang jumlah dukungan 11, tiga diantaranya memenuhi syarat sedangkan 8 dukungan tidak memenuhi syarat. Bugis mengungkapkan, dukungan yang tidak memenuhi syarat, karena saat dihubungi yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Ditambahkan pleno verfak pasangan calon perseorangan telah selesai dan akan dilajutkan di tingkat KPU Kabupaten Buru Selatan, Kamis (8/2). Sekedar diketahui, terdapat 13 PPS (Desa) pada Kecamatan Namrole.(KTL/KTA)

PPK Korupsi Pantai Namlea Dicercar 128 Pertanyaan

AMBON-Penyidikan perkara dugaan korupsi ‘Water Front City’ Pantai Namlea Kabupaten Buru terus berjalan. Selasa, kemarin satu tersangka, Sri Julianti yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek senilai Rp 8 miliar itu dicercar tim jaksa dengan 128 pertanyaan.

“Besok (hari ini) dilanjutkan lagi,” kata Kasipenkum Kejati Maluku Samy Sapulette melalui pesan singkat, Selasa (6/2).

Sri Julianti alias SJ diperiksa langsung oleh koordinator tim penyidikan perkara ini, Adam Saimima. Pemeriksaan di ruang pidsus Kejati Maluku terhadap Sri berlangsung sejak pagi hingga sore. “Pemeriksaan saudari SJ sebagai saksi untuk tiga tersangka lain,” beber Samy.

Sebagai saksi, jelas Samy, tim penyidikan ingin memperdalam peran tiga tersangka lain di perkara ini. Masing-masing kontraktor pelaksana Sahran Umasugy, orang dekat Sahran, Memed Duwila, dan Konsultan Pengawas Ridwan Pattilouw.

Sehari sebelumnya Memed Duwila alias MD dicercar jaksa Rido Sampe dari Kejaksaan Negeri Namlea. Rido memeriksa Memed yang juga kuasa direktur CV Aego Media Pratama ini, hingga sore dengan 60 pertanyaan.

Pemeriksaan empat tersangka merupakan pertama dilakukan, setelah satu saksi terakhir dari 38 saksi diperiksa tim penyidik Kejati Maluku dan Kejari Namlea.

Saksi terakhir adalah YT, yang merupakan penghubung Sahran Umasugy dengan perusahaan penyedia tiang pancang. Pemeriksaan YT dilakukan jaksa Devi Muskitta, dan dicercar 29 pertanyaan.

Ditanya soal kapan proses penyidikan ini akan dievaluasi oleh tim jaksa, Samy mengaku belum ada informasi ke arah itu. Menurutnya, setelah saksi-saksi fakta diperiksa, para tersangka  akan digilir menjadi saksi bagi tiap tersangka yang lain. “Setelah itu, baru tiap tersangka diperiksa untuk diri mereka masing-masing, sebagai tersangka,” kata Samy.

Keempat orang tersebut, ditetapkan oleh tim penyidik sebagai tersangka pada 4 Desember 2017 lalu. Setelah tim jaksa Pidsus Kejati Maluku dan Kejari Namlea menggelar ekspos. “Semua saksi yang diperiksa memberikan keterangan yang mengarah kepada keterlibatan empat orang itu, makanya mereka ditetapkan sebagai tersangka,” akui Kepala Seksi Penyidikan Kejati Maluku Abdul Hakim 5 Desember 2017 lalu, pasca penetapan ter-sangka keempat orang itu.(Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>