Published On: Fri, Mar 2nd, 2018

Polisi Minta Kadis ESDM Jangan Asal Ngomong

Share This
Tags

Pihak Polda Maluku kembali menanggapi pernyataan Kadis ESDM Maluku, Martha Nanlohy soal laporan temuan tiga truk ber­muatan merkuri di Kabupaten Buru.

Nanlohy diminta untuk membuat laporan ke Propam atau Irwasda jika ada bukti bahwa laporan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh Ditres­krimsus Polda Maluku.

“Kalau benar punya bukti la­poran tentang adanya tiga truk ber­muatan merkuri ke Ditres­krimsus dan tidak ditindaklanjuti maka sebaiknya Ibu Kadis ESDM datang ke Polda bagian penga­wasan internal yaitu Irwasda atau  Propam untuk melaporkan. Jangan cu­ma ngomong punya bukti, punya bukti, tapi tidak mau melaporkan,” tandas Kabid Hu­mas Polda Maluku, Kombes M Roem Ohoirat, saat dikonfirmasi Siwalima, Kamis (1/3) di Ambon.

Ohoirat enggan berdebat dan berbalas pernyataan di koran. Ia meminta Nanlohy mendatangi Propam atau Irwasda untuk mela­porkan Ditreskrimsus. “Sebaiknya dilaporkan saja untuk ditelusuri,” tandasnya lagi.

Polda Maluku dan Nanlohy saling berbalas pernyataan berawal dari pengakuan Nanlohy yang  kecewa dengan kerja Ditreskrimsus Polda Maluku, karena hingga kini tak menin­daklanjuti temuan tiga truk bermuatan merkuri di Kabupaten Buru pada Oktober 2017.

Nanlony mengaku, semua dokumen baik foto, video dan data-data di lapangan sudah diserahkan ke Ditreskrimsus.

“Saya sendiri yang menan­datangani surat atas doku­men yang dikirim ke mereka namun tidak ditindaklanjuti,” ungkap Nanlohy kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Senin (26/2).

Merkuri yang diperkirakan lebih dari 10 ton tersebut ditemukan oleh timnya. Merkuri itu milik Haji Sultan dan Mansur Lataka.

“Kita ikuti dan kita ambil dokumendatasi, dan seluruh data yang kita kumpulkan barang tersebut milik Haji Sultan dan Mansur Lataka yang dibawa dengan mobil truk,” beber Nanlohy.

Semua data sudah diberi­kan kepada Ditreskrimsus. Malah, pihaknya sudah per­nah diperiksa, namun tidak ditindaklanjuti.

“Kita sempat diperiksa 1 kali setelah semua dokumen diki­rim, namun kita tidak tahu kelanjutannya prosesnya sam­pai sekarang, padahal itu temuan,” tegas Nanlohy.

Ia berharap, kasus ini se­gera ditindaklanjuti agar tidak ada lagi penambang yang kembali merusak ka­wasan Gunung Botak dengan mer­kuri maupun sianida.

“Kedua bahan kimia ini memang sudah dilarang, karena merusak lingkungan olehnya kita minta segera ada tindakan tegas dari aparat keamanan,” tandasnya lagi.

Bantah

Namun Polda Maluku menanggapi balik “nyanyian” Kadis ESDM Maluku, Martha Nanlohy. Hingga kini pe­nyidik Ditreskrimsus tak per­nah merima laporan temuan tiga truk bermuatan merkuri di Kabupaten Buru seperti yang dibeberkan Nanlohy.

Kabid Humas Polda Malu­ku, Kombes M Roem Ohoirat mengaku, sudah mengecek penyidik Ditreskrimsus mau­pun Polres Buru, namun tidak ada laporan soal tiga truk bermuatan merkuri.

“Sudah saya cek ke Ditres­krimsus maupun Polres Buru, mereka tidak pernah terima laporan tersebut. Silahkan dicross check ke Kadis ES­DM,” tandas Ohoirat kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (27/2).

Jika sudah ada laporan, Ohoirat memastikan akan ditindaklanjuti. Ia menyaran­kan untuk menge­cek lagi ke Kadis ESDM.

Tak mau kalah, Nanlohy kembali menanggapi pernya­taan Kabid Humas. Nanlohy tetap bersikukuh, kalau temu­an tiga truk bermuatan merkuri di Kabupaten Buru sudah dilaporkan ke Ditres­krimsus Polda Maluku.

Nanlohy mengaku punya bukti bahwa laporan tersebut sudah disampaikan disertai bukti-bukti lengkap. Malah pihak ESDM Maluku sudah diperiksa oleh penyidik Dit­reskrimsus.

“Kita sudah diperiksa pada bulan Oktober dan dokumen itu diserahkan kepada pihak Polda Maluku berserta bukti-bukti lainnya, sehingga apa yang disampaikan itu benar adanya,” tegas Nanlohy ke­pa­da wartawan yang disam­paikan melalui Kabag Humas Setda Maluku, Bobby Pala­pia, di Kantor Gubernur Ma­luku, Rabu (28/2).

Palapia yang menghubungi Nanlohy melalui ponselnya kembali menegaskan, temuan 3 truk berisikan mercuri me­mang sudah dilaporkan kepa­da sejak bulan Oktober tahun 2017.

“Kita sudah melaporkan bah­kan sudah pernah satu kali diperiksa, pihak penyidik Reskrimsus Polda Maluku,” tandas Nanlohy.

Nanlohy mengaku yang me­nandatangani sendiri ber­kas laporan tersebut kepada Ditreskrimsus.

“Saya menandatangani la­poran itu dan kita memiliki bukti laporan hasil temuan kepada Ditreskrimsus Polda Maluku dan tidak benar kalau tidak ada laporan. Laporan sudah kita sam­paikan bahkan kita telah diperiksa pada bulan Oktober tahun 2017,” tan­dasnya.

Periksa

Polda Maluku dan Kadis ESDM Martha Nanlohy, tak usah lagi berdebat. Praktisi Hukum Hendrik Lusikooy meminta Ditreskrimsus mela­kukan pengusutan untuk meng­ungkap kasus tersebut.

“Sebaiknya polisi bergerak dan melakukan langkah hu­kum memintai keterangan dari Kadis ESDM,”  kata Lusi­kooy.

Hal yang sama juga diung­kapkan Praktisi Hukum. Dji­don Batmamolin. Ia meminta polisi segera melakukan pe­nyelidikan.

“Periksa saja Kadis ESDM se­laku pelapor untuk meng­ung­kapkan kasus ini,” tan­dasnya. (Siwalima)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>