Published On: Tue, Jan 30th, 2018

Yasin Payapo-Timotius Akerina “RETAK”

Share This
Tags

Hubungan Bupati Yasin Payapo dan Wakilnya Timotius “Yus” Akerina di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dikabarkan renggang. Ini memicu terhambatnya sejumlah proses birokrasi pemerintahan di daerah itu.

Ketidakharmonisan kedua pimpinan daerah itu saat ini bukan lagi rahasia umum. Masyarakat dibuat bertanya-tanya ada apa? Tapi sampai kini apa penyebabnya masih misterius. “Kalau dong dua seng harmonis satu SBB sudah tahu,” kata Sekretaris Komisi A DPRD SBB Eko Budiono Pilmuda kepada Kabar Timur melalui telepon seluler, Senin (29/1).

Namun menurut Eko, hal itu mengganggu proses pemerintahan di daerah itu. Salah satunya, pelantikan pejabat eselon satu, dua dan tiga defenitiv di Pemda Kabupaten SBB belum juga dilakukan.

Itu berimbas pada program-program SKPD yang mestinya sudah berjalan sesuai rencana, target dan anggaran. Tapi dengan situasi ini, hal dimaksud tidak bisa diharapkan terlaksana.

Eko mengaku, pendekatan dewan belum dilakukan terhadap kedua petinggi daerah. Karena apa permasalahan di balik ini, belum bisa diindentifikasi. “Bagaimana kita cari solusi? masalahnya apa saja, kita belum tahu,” ujar politisi PKB ini.

Namun sumber Kabar Timur di Pemda Kabupaten SBB mengungkapkan, renggangnya hubungan “Acim dan Yus disinyalir akibat pembagian kue-kue pembangunan yang dinilai tidak sesuai porsi. “Akibat bagi-bagi kue, bagi-bagi proyek. Kalau di masyarakat dong dua kelihatan biasa seperti seng ada apa-apa. Tapi kalau di kantor yang biasanya Pa Acim dan Pa Yus ngobrol carita-carita, sekarang suasana itu seng ada lagi,” tutur sumber.

Sumber menambahkan, renggangnya hubungan Bupati Yasin Payapo dan Wakil Bupati Timotius Akerina diperparah oleh masukan tim-tim sukses keduanya ketika pasangan ini berduet di Pilkada SBB 2017 lalu.

Tim sukses Bupati menghembuskan isu negatif soal Wakil Bupati terkait pembagian kue pembangunan. Sementara tim sukses Wakil Bupati Timotius Akerina juga menggunakan isu negatif untuk menyudutkan Bupati Yasin Payapo.

“Memang ada rumor renggang seperti itu. Tapi masyarakat SBB minta mereka bersatu. Logo (janji) biking bae SBB itu harus dibuktikan,” ingat aktivis pemerhati Kabupaten SBB, Rimbo Bugis kepada Kabar Timur.

Rimbo menandaskan, janji untuk meningkatkan taraf pembangunan di daerah berjuluk ‘Saka Mese Nusa’ itu jangan cuma slogan. Pasca dilantik, Yasin Payapo dan Timotius Akerina menjanjikan hal itu lewat tagline ‘For Biking Bae SBB’.

“Tapi janji-janji itu mungkin su tenggelam di Tanjung Sole, Selat Haya sana di Huamual Belakang. Kita berharap tidak seperti itu,” ingat Rimbo. (Kabar Timur)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>